• About
  • Contact
  • Sitemap
  • Indeks
  • Disclaimer
  • Cara Membuat Blog SEO

LAWAN MALAS.COM


Catwidget3

Iklan
  • BOMAIBO
  • BOMAIBBO
    • Sub Menu1
    • Sub Menu2
    • Sub Menu3
    • Sub Menu4
    • Sub Menu5
  • PENDIDIKAN▼
    • Sub Menu1
    • Sub Menu2
    • Sub Menu3
    • Sub Menu4
    • Sub Menu5
  • Blogging

Rabu, 18 Maret 2020

Home » » Mengapa Mahasiswa/I Takut Kritik Kepada Pemerintah, Apa Dibalik Itu.......?

Mengapa Mahasiswa/I Takut Kritik Kepada Pemerintah, Apa Dibalik Itu.......?

  Lawanmalas.com     Rabu, 18 Maret 2020
Fotografi Oleh Y. Waine.
Oleh : Antonius Boma


MAKASSAR LAWAN MALAS.COM Suatu hari ku duduk di suatu tempat yg begitu besar indah Alamnya. Angin segar pun sedang bertiup di sekeliling ku sambil terangkat-angkat daun kering, namun daun masak pun sedang berjatuhan disamping kiri dan kanan saya dari pohonnya. Waktu itu, ku mengalisis hanya 2 hal yakni:1. Hati dan pikiranku menyerahkan kepada Tuhan karena ciptaannya.2. Tindakan mahasiswa terhadap pemerintah provinsi Papua serta seluruh kabupaten/kota setanah Papua dalam hal tindakannya.
Yang pertama, kenapa waktu itu hatiku terangkat dan kepalaku tertunduk kepada tuhan..? Saat itu apa ku memikirkan hanya tahu tuhan dengan saya sendiri.
"Ia, cobalah kawan kawan silakan seorang diri di suatu tempat lalu analisis alam semestanya. Disitulah dirimu akan menyusul kebahagiaan dalam universitas kehidupan yang sebenarnya, jelasnya bahwa TUHAN Pasti ada.
Manun untuk mahasiswa papua dari sorong sampai samarai bahwa kenapa takut kritik kepada pemerintah provinsi Papua dan kabupaten/kota setanah papua, seketika mereka salah melakukan sesuatu, arti lain saat mereka korupsi Hak-Hak rakyatku.
“Jika benar-benar kami sebagai mahasiswa, perlu berpikir universalitas, rakus dan dinamis.
"kebanyakan mahasiswa saat ini jadi apatis selagi pemerintah memainkan rakyat dan kapitalisme menghancurkan kehidupan rakyat Papua dalam ekonomis.
“Dalam hal itu dinamika kehidupan manusia terutama rakyat, mahasiswa perlu berdiskusi lalu demonstrasi hanya menuntut bubarkan kapitalis dari tanah papua.
Coba lihat kehidupan rakyat papua saat ini kawan-kawan. Sayang rakyatku dan rakyatmu papua barat dalam kehidupan saat ini keatas. Karena selagi klonial Indonesia menghancurkan kehidupan rakyat, kapitalisme polos masuk ke tanah papua.
"Lalu siapa yang layak memutuskan jalan masuk kapitalisme. Dia yang berhak memutuskan jalannya adalah pemerintah provinsi Papua dan kabupaten/kota tetapi kalau realita saat ini pemerintah memihak mereka. Lalu tindakan mahasiswa terhadap pemerintah seperti apa...?
Nah, mahasiswa/i bisa dibilang bahwa biarkan pemerintah artinya jangan kritik kepada pemerintah lalu siapkan diri demi merai ke posisinya mereka.
"Mahasiswa siapa dia yang kontributor kata-kata demikian, saya bisa sebut mereka adalah mahasiswa ilegal dan egoisme. Dan dia akan bertanggung jawab besar di pengadilan terakhir.
"Atas hasil keringat yg pernah dikorbangkan demi kaum Mahasiswa yg keluar masuk sendirian atau belum memilik "con politicon-nya".
Untuk itu bubarkan kapitalisme AS. pada umumnya asing yang ada di Papua Barat. Berbicara kebenaran dan keadilan, jangan pantang menyerah atau mudur kawan.
“Karena orang yang punya kebenaran dan prikeadilan pun akan memihak kepada orang yang berbicara tentang kebenaran.
Waspadanya, orang yang berbicara kebenaran pastilah dia miskin dari pada orang biasa-biasakan dalam semua tindakan nyata. Cobalah kawan memilih dari sekarang untuk memilih kehidupan selanjutnya.

 (MAU MISKIN ATAU KAYA)...?


Penulis Adalah Mahasiswa/I Raskus Yang Sedang Menibah Ilmu Di Kota Study Makasssar.


By Lawanmalas.com di 01.27.00

Tidak ada komentar:

Posting Komentar


About

SEO Starter is SEO and Mobile Friendy Blogger Template. Responsive Sesuai dengan Rekomendasi Google

Web Links

  • Blogger Platform
  • CMS WordPress
  • Facebook
  • Microblogging
  • Manchester United

Follow by Email

Subsribe to get post update from this blog in your email inbox.

Copyright © LAWAN MALAS.COM. All rights reserved. Template by Romeltea Media