MAKASSAR
LAWAN MALAS.COM Tanggal 07 April 2019 jam 6 00 wpb Seorang
pegawai perbersihan kota Kabupaten Nabire Bernama Yususp Badi selagi dia
bersiakan sampa-sampai di Pasar Oyehe Nabire Papua. Pada saat itu seorang
pendatang datang untuk buang sampa di tempat yang sudah bersikan, lalu Badi
mengatakan bahwa Mass , jangan buang sampa sembarangan karena. Apakah anda
tidakn lihat yang kami sudah bersikan itu atau meman anda tidak lihat
tempatnya.
Lalu
jawab oleh pendatang tersebut itu, “saya bisa bayar tho, iyo kami tau itu kamu
punya tugas. ” lalu Yusub Badi mengatakan lagi bahwa, Pemerintah Kabupaten
Nabire tugaskan kami disini itu yang kami berani sampaikan Mass. Apa yang
dikatan oleh Pa Yusup Badi, pendatang dia tidak terima dengan baik lalu Badi
digagetkan dengan pukulan oleh pendatang tersebut itu.
“Pukulan
tersebut itu kena di alis mata dibagian kiri lansung pecah lalu keluar darah
sehingga Yusup juga melakukan pembalasan sehingga terjadi perkelahian. Waktu
itu pedagan dia lansung lari ke bagian Pasar oyehe dalam lalu dia memanggil 13
orang balik mengkeroyok maka Yusup melarikan diri ke arah Oyehe barat sampai di
depan toko Luky.
Jaraknya kurang lebih 500 meter tapi ada sekitar 5 pedangan
yang pakai motor tahan Yusup lalu menganiaya pakai balok kayu, tendang dan di
pukul dengan tangan lalu di seret ke Polsek Oyehe.
“Kurang lebih jam 7.15 wp. Setelah dia dalam sel, dia tunduk perhatikan lukanya
di jari kaki lalu ada orang datang tikam di tengah-tengah kepala langsung
keluar darah tutup muka dengan darah dan lantai penuh dengan darah lalu tidak
sadar diri waktu itu.
Pada
hal apa yang dikatan oleh Badi itu sangat benar demi menjaga kebersihan dalam
Kabupaten Nabire. Hal yang mereka lakukan itu demi memusnakan Bangsa Papua
Barat maka jika ada sama hal yang terjadi berarti warga kabupaten Nabire,
inisiatif bersama lalu berdemonstrasi besar-besar di kantor Bupati Kabupaten
Nabire suruh perdakan “ siapapun dia yang melakukan tindakan diluar hukum
berarti kami akan proses hukum”.
Karena
dalam polsek orang pendatang datang menikan di kepalanya Bapak Yususp Badi ini,salah
satu hal yang paling aneh tapi fakta yang sedang terjadi di Kabupaten Nabire
Papua. Saya merasa bahwa apa yang di
sampaikan oleh Yusup Badii kepada pedagang tersebut adalah hal yang wajar dan
harus di terima lalu minta maaf Tetapi membalas dengan kekerasan itu tidak
masuk akal.
OLEH
SUMBER BADAKI BOMAIBO
TUA GILA DI MAKASSAR